Buku ini mengajak kita untuk menikmati, mensyukuri dan menyelami kedalaman makna hidup. Berbagai aspek hidup seperti cinta, harta, kematian, persahabatan, dan pokok-pokok lainnya disoroti dari sudut pandang kristiani sehinggan membangun imn pembaca mulai dari muda hingga lansia.
Mau mengalami mukjizat? Bertemanlah! Hidup yang semula bak neraka bisa berubah menjadi surga, bila kita tidak lagi bermusuhan melainkan bersahabat. Hubungan menentukan. Senag atau sengsara tergantung pada cara kita menciptakan hubungan.
Hubungan antar-orang pada hakikatnya adalah didik mendidik. Selama kita hidup selama itu pula kita dididik dan mendidik, di rumah, di sekolah, di gereja dan di masyarakat. Pendidik kita yang utama adalah Allah sendiri sebagaimana ditunjukkan oleh Yesus yang walaupun Putra Allah dan Guru yang Agung, namun masih merasa perlu untuk belajar terus. Buku ini menyoroti pelbagai segi pendidikan sehari-…
Ada banyak topik lain yang diangkat dalam buku ini. Semuanya menarik dan merangsang kita berefleksi lebih dalam. Tulisan-tulisan itu dikemas dengan cerdas, berbobot, namun ringkas dan tidak berbelit-belit.
Banyak orang Kristen di dalam dunia yang modern ini hidup dalam situasi keagamaan yang majemuk.Mereka terus-menerus ditantang,di dalam banyak tingkatan,untuk menghubungkan diri dengan kepercayaan lain.Tetapi apakah Alkitab mendukung hidup dalam dialog?
Hidup adalah mewaris: mewarisi dan mewariskan. Kita mewarisi banyak hal dari generasi lampau dan mewariskan banyak pula kepada generasi mendatang. Karena itu, hidup diukur dengan tantangan: apa yang kita warisi dan apa yang kita wariskan?