Sebuah cerita menarik yang membawa anak-anak kepada beraneka ragam tenun songket Palembang. Anak-anak dapat mengamati perbedaan motif dan warna yang bersemangat. Songket kak Mila hilang! Kita harus menemukannya agar kak Mila dapat mengenakannya pada upacara penutupan Festival Musi besok. Baiklah, saya memang pernah mencoba beberapa songket dan bermain dengannya. Tapi benar, hanya itu saja. Son…
Tenu, Lili dan Tebo sedih karena tak bisa mengikuti lomba tari. Padahal, cumi-cumi pun bisa menari. Mereka memberanikan diri meminta para juri untuk mengizinkan mereka mengikuti lomba tari. Berhasilkah mereka mendapatkan izin untuk mengikuti lomba tari?
Ibu membelikan mainan untuk Sali. Sali sangat senang. Lalu, ia mengucapkan terima kasih kepada Ibu. Sali juga memberi mainan kepada Kumi. Kumi sangat senang. eh, Kumi mengucapkan terima kasih, ya?
Setiap pagi, Bunda selalu menyiapkan sarapan. Setiap malam, Bunda selalu membackan buku cerita. Bunda selalu sibuk, tapi tidak pernah terlihat suntuk. " Aku sayang Bunda," ujar Nabil dan Naura.
Sali, Ibu, dan Ayah pergi ke kebun binatang. Subhaanallah, di sana banyak sekali binatang ciptaan Allah yang indah. Seperti, jerapah dan gajah. alhamdulillah, Sali sangat senang. Sali pun jadi tambah sayang sama Allah.
Saliha tidak malu pergi ke pesta ulang tahun Putri pakai baju yang tidak baru. Tidak hanya itu, Saliha pun berani bernyanyi di depan banyak orang. Waah...! Hebat, ya! Siapa yang mau jadi anak pemberani seperti Saliha?!